Skip to content

Uang Nyasar Masuk Rekening, Apa Yang Harus Dilakukan?

Uang Nyasar Masuk Rekening

Masyarakat saat ini dihebohkan dengan kabar adanya Uang Nyasar Masuk Rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) terkait kesalahan pengiriman uang. Seperti yang tersebar di media sosial, Indah Harini memperoleh dana yang tidak diketahui asalnya melalui rekeningnya dari Bank BRI.

 

Hal ini tentu menjadi sorotan netizen, terutama terkait salah transfer yang terjadi. Jadi apa yang harus dilakukan ketika Anda mendapatkan transfer liar?

 

Uang Nyasar Masuk Rekening

Mungkin, ketika Anda mendapatkan Uang Nyasar Masuk Rekening Anda atau tanpa pengirim mengetahuinya, itu adalah ‘rejeki nomplok’. Setelah membaca ulasan ini, sebaiknya Anda segera mengubur anggapan tersebut.

 

Sebaiknya jangan menggunakan dana transfer nyasar sampai Anda mengetahui asal usul dana tersebut. Karena masalah uang nyasar masuk ke rekening atau transfer nyasar justru bisa menimbulkan kerugian.

 

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Pasal 85 Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Pasal tersebut berbunyi, Setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya.

 

Dana hasil transfer yang diketahui atau seharusnya diketahui tidak mempunyai hak dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

 

Ketika memeroleh transferan dana

Apalagi dalam jumlah banyak, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menelusuri sumber Uang Nyasar Masuk Rekening.

5 Cara Membuat Saldo ATM Bertambah Untuk Modal Usaha

Biasanya ada keterangan, minimal nama dan nomor rekening pengirim asal dalam tata cara transfer dana. Hal ini dilakukan untuk menghindari berurusan dengan meja hijau.

 

Oleh karena itu, jika salah transfer dana bukan hak nasabah, maka segera laporkan kejadian tersebut, seperti yang dijelaskan di scb.co.th. Kemudian, segera mengembalikan dana tersebut kepada pengirim melalui bank yang bersangkutan sebagai bentuk itikad baik.

 

Jika itikad baik dilakukan, hukum akan memberikan perlindungan kepada nasabah. Karena Uang Nyasar Masuk Rekening ini menunjukkan bahwa nasabah telah melakukan pengecekan atau pemeriksaan salah transfer dana yang sudah masuk.

 

Dengan demikian, Pasal 85 tidak dapat diterapkan begitu saja. Selain itu, bank juga wajib mengumpulkan bukti terlebih dahulu sebagai penyelenggara transfer dana.

 

Dalam beberapa hari terakhir ada sejumlah berita terkait peningkatan “misterius” dana nasabah, mulai dari salah transfer hingga dugaan kesalahan sistem.

 

Lalu, bagaimana hukumnya jika nasabah sudah menggunakan dana di rekening, dimana dana tersebut bukan miliknya karena salah transfer pihak lain?

Uang Nyasar Masuk Rekening

Uang Nyasar Masuk Rekening

Menurut penjelasan LBH Mawar Saron sebagaimana dikutip dari Intisari-online.com, Pasal 85 UU 3/2011 menyebutkan bahwa barang siapa dengan sengaja menguasai transfer dana yang bukan haknya, yang bersangkutan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. tahun atau denda paling banyak Rp. 5 miliar.

 

Penekanan dalam pasal ini adalah adanya unsur kesengajaan penggunaan dana yang bukan haknya.

 

Sementara itu, dalam ketentuan Pasal 372 KUHP juga disebutkan bahwa “Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain.

 

Namun, mereka yang berkuasa bukan karena kejahatan, diancam dengan penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

 

Penekanan pada pasal di atas sama persis dengan rumusan unsur-unsur seperti pada ketentuan sebelumnya, yaitu dengan sengaja menguasai milik orang lain.

 

Bagaimana cara menentukan apakah seseorang sengaja atau tidak ketika menggunakan uang yang sebenarnya bukan haknya?

 

Dalam buku berjudul Pidana di KUHP

Berikut uraian pekerjaan SR Sianturi, SH, unsur tujuan terpenuhi ketika pelaku menyadari bahwa dirinya secara melawan hukum memiliki sesuatu.

 

Dalam hal menggunakan Uang Nyasar Masuk Rekening yang berisi dana yang salah ditransfer, tetapi yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa uang itu sebenarnya bukan miliknya, LBH Mawar Saron berpendapat:

 

Yang bersangkutan tidak dapat dikatakan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 85 UU 3/2011 atau tindak pidana penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP.

Uang Masuk Rekening Secara Otomatis Dengan 5 Aplikasi Ini

Namun berdasarkan ketentuan Pasal 1360 KUHPerdata, yang menyatakan:

 

Barangsiapa dengan sadar atau tidak, menerima sesuatu yang tidak harus dibayarkan kepadanya, harus mengembalikannya kepada orang yang memberikannya.

 

Kemudian secara perdata, yang bersangkutan wajib mengembalikan dana hasil transfer yang salah. Hal ini dengan catatan, bahwa bank harus dapat membuktikan bahwa dana tersebut tidak diperuntukkan bagi yang bersangkutan.

 

Akhir Kata

Untuk itu, yang bersangkutan disarankan untuk berdiskusi dengan pihak bank guna membahas teknis pengembalian Uang Nyasar Masuk Rekening yang disesuaikan dengan kemampuannya.

 

Bagaimana jika ada yang salah transfer ke rekening kita?

Segera bertanya dan melapor ke bank. Iktikad baik ini, kata Jonker, dinyatakan ada ketika nasabah berhati-hati atau penduga-dugaan dengan menanyakan perihal dana yang masuk ke rekeningnya.

 

Apakah uang yg salah transfer bisa kembali?

Bank akan melakukan cross check terhadap laporan dari nasabah. Jika terbukti benar salah transfer, maka uang akan dikembalikan. “Pada prinsipnya, bank akan mengembalikan uang itu.

 

Bagaimana hukum menggunakan uang salah transfer?

Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 berbunyi, “Setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya Dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).”

Sumber: bisnis.tempo.co dan pontianak.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Contact Us